Select Menu

Random Posts

Design

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Bottom


SELAMAT DATANG DI KOTA SENTANI JAYAPURA PAPUA INDONESIA
 
Begitu banyaknya wisatawan luar maupun dalam negeri yang datang berkunjung kejayapura baik itu urusan bisnis atau sekedar berlibur karena kota jayapura selain memiliki banyak tempat wisata yang indah juga menyimpan  banyak peninggalan bersejarah yang cukup unik. Untuk itu kami RENTAL MOBIL SENTANI yang bergerak di bidang jasa siap melayani anda secara profesional dan bersahabat serta harga sewa mobil yang sangat bersaing. Lokasi kami sangat dekat dengan Bandar Udara Sentani jadi anda tidak perlu lama untuk menunggu jemputan. Karena kami rental mobil perorangan jadi anda tidak perlu menyiapkan banyak persyaratan untuk menggunakan jasa kami walaupun begitu kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik, profesional dan tepat waktu karena kami sangat menghargai waktu anda. Rental mobil kami juga melayani  dengan sopir dan tanpa sopir atau lepas kunci jadi anda tidak perlu ragu dengan pelayanan kami.
 Berminat hub Kami di :

Mobile        : 081344282920 "melayani sms" 

Facebook   : Rental Mobil Sentani 

Twitter       : @rentcarsentani 

Email          : rentalmobilsentani@gmail.com 
Yahoo         : rentalmobilsentani@yahoo.com

Untuk keluhan pelanggan atau ketidakpuasan terhadap pelayanan kami silahkan berikan komentar di chat room yang telah kami sediakan atau hubungi kami langsung di no hp 081344282920 karena kami mengutamakan kenyamanan anda selama bersama kami   RENTAL MOBIL SENTANI (RMS)
-

Papua merupakan bagian wilayah Indonesia yang terkenal dengan suku-suku pedalaman dan juga memiliki salju. Bagian ujung Timur di Negara Indonesia ini, adalah satu satu wilayah yang memiliki banyak keajaiban namun tak banyak diketahui oleh orang-orang.
Keajaiban yang dimiliki Papua sungguh sangat menakjubkan, namun sayangnya tak banyak yang tau tentang keindahannya.
Jika kamu warga negara Indonesia, kamu wajib tau nih, lima keajaiban di Papua yang sangat menakjubkan. Seperti dilansir Blogspot.com, inilah dia ke lima keajaiban tersebut.

1. Salju di negara tropis
 

Jika kamu ingin melihat salju di Indonesia, datanglah ke Papua tepatnya di Gunung Carstenz. Gunung Carstenz merupakan gunung tertinggi di Papua, dengan ketinggian 4.884 mdpl. Di puncaknya terdapat salju abadi, jika kamu terbang diatasnya kamu akan dapat melihat salju yang menutupi batu-batu hitam di sana.
Namun, jika kamu ingin mendaki gunung Cartenz, kamu harus menyiapkan kebutuhan makan dan juga fisik yang kuat, sebab kamu harus mendaki selama 11 hari barulah bisa sampai ke Puncak gunung tersebut.
2. Pasir putih di atas bukit


Biasanya kamu akan menemukan pasir putih di pantai. Namun, tidak di Papua. Kamu akan menemukan pasir putih tersebut diatas bukit, bukannya di pantai. Pasir putih ini terdapat di Wamena, sebuah distrik di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Di atas bukit ini terdapat hamparan pasir putih yang sangat halus.
Untuk  sampai ke bukit ini kamu hanya membutuhkan waktu selama 45 menit dari Kota Wamena. Kamu juga akan dikenakan biaya sukarela untuk sampai di atas bukit ini.
3. Mumi di pedalaman Indonesia


Mungkin kamu mengira jika mumi hanya ada di Mesir. Padahal, tak perlu jauh-jauh ke Mesir untuk melihat mumi, di Papua, tepatnya di Wamena terdapat mumi yang hampir sama dengan mumi di Mesir. Mumi di Wamena berwarna hitam, dan lekuk tubuhnya terlihat jelas. Posisi mumi tersebut dalam keadaan duduk dengan kedua tangan memegang lutut dan kepala yang mendongkak ke atas.
Mayat yang dijadikan mumi ini bukan mayat orang sembarangan. Mereka adalah para panglima perang dan para kepada suku yang usianya sudah sekitar 300 tahun. Mumi yang ada di Wamena ini berjumlahkan 6 mumi.
4. Lukisan misterius di Gua Kontilola


Kamu juga dapat menemukan Gua Kontilola di Papua. Gua ini letaknya sekitar 1 jam dari Bandara Wamena. Dalam gua ini terdapat sebuah lukisan misterius yang tidak diketahui asal usulnya. Gambar lukisan tersebut anehnya tidak sama dengan gambar orang-orang papua, hanya saja bentuknya mirip dengan bentuk manusia.
5. Telaga Biru yang Berwarna Hijau


Satu lagi keindahan yang dimiliki Papua adalah telaga biru yang airnya berwarna hijau. Telaga Biru ini terletak di Distrik Maima, Wamena. Telaga biru ini dianggap sakral oleh masyarakat setempat, karena menurut mereka telaga ini merupakan tempat manusia pertama kali muncul.
Nah, itulah dia ke lima keajaiban di Papua yang kurang diketahui oleh banyak orang

Jayapura - Bagi Anda yang ingin mengeksplor budaya, wisata, seni, dan kreativitas warga Papua khususnya di Jayapura, datanglah ke Festival Teluk Humboldt (FTH) pada 5-7 Agustus 2015.

Seperti yang dikutip dari Wonderful Indonesia, Selasa (28/7/2015), acara tersebut digelar di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Papua, dengan tema Wonderful Humboldt. Festival tersebut merupakan yang ketujuh kalinya.

Beberapa kegiatan akan mengisi dan memeriahkan FTH VII di antaranya ialah pagelaran cerita rakyat, pagelaran tari tradisional, tari kreasi baru, gelar suling tambur, pawai budaya Nusantara, lomba ukir pahat kayu Port Numbay, dan lomba dayung tradisional.

Selain itu, festival juga akan diisi dengan pameran kerajinan tangan warga Kota Jayapura dan pameran foto Kota Jayapura tempo dulu.

Festival Teluk Humboldt salah satu upaya menjadikan Papua sebagai pilihan tujuan wisata di timur Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda Pemerintah Kota Jayapura sekaligus menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Budaya Asli

Kegiatan tersebut mengacu pada visi dan misi Kota Jayapura, yaitu mewujudkan kota beriman, yang maju mandiri, sejahtera, modern, dan berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, Festival Teluk Humboldt menjadi ajang untuk mengangkat budaya asli Papua dan memantapkan nilai-nilai adat yang ada di wilayah Port Numbay.

Teluk Humboldt atau nama lainnya Teluk Yos Sudarso merupakan teluk luas yang menaungi Kota Jayapura dan menjadi rumah bagi penduduk asli Port Numbay. Teluk tersebut merupakan laut yang menjorok jauh ke daratan di bagian utara Pulau Papua.

Bentuk teluknya menyerupai huruf U dengan pantai berair tenang dan tingkat sedimentasi  rendah. Air lautnya tenang, bersih, dan berwarna biru cerah serta masih banyak terdapat ikan di sekitarnya.

Kota Jayapura di Teluk Humboldt sendiri awalnya dikenal dengan nama Holandia pada masa Hindia Belanda (1910-1962) dan nama Sukarnopura pada awalnya kembali ke pangkuan negara (1962-1968).
Selanjutnya pada 1968 berganti nama menjadi Jayapura yang mirip nama Kota Jaipur di Rajasthan, India, di mana berarti kota kemenangan atau The City of Victory.

Guna mempromosikan wilayah sebagai salah satu tempat penyelenggaraan olahraga pada PON 2020 mendatang, sekaligus memajukan pariwisatanya, Kabupaten Tolikara akan menggelar Festival Budaya dan olahraga Para Layang. Festival akan dipusatkan di Karubaga Ibu kota Tolikara, 4-6 Agustus mendatang. 

Wakil Bupati Tolikara Amos Jikwa mengatakan, festival budaya dan para layang yang akan diselenggarakan selama tiga hari itu untuk mempromosikan Tolikara sebagai salah satu tujuan wisata di Papua, sekaligus memantapkan diri sebagai salah satu tempat penyelenggaraan olahraga pada PON mendatang.

"Ini bagian dari promosi daerah, sekaligus bukti kesiapan dalam menyelenggarakan event," ujar Amos Jikwa. 

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Tolikara juga akan menjadikan ajang festival itu sebagai program prioritas. "Ini akan dijadikan kalender tahun, sebagai promosi, bahwa Tolikara memiliki kekayaan objek wisata," paparnya. 

Lanjutnya, masyarakat Tolikara juga sangat menyambut baik penyelenggaraan festival, sebab sebagai wadah untuk kembali menggali kekayaan budaya. "Masyarakat mau festival ini digelar, karena budaya sudah mulai hilang," singkatnya. 

Dalam Festival Budaya itu, sambungnya akan digelar beberapa event seperti tarian perang, olahraga para layang, serta pameran sejumlah hasil karya masyarakat Tolikara.

"Karena pariwisata ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, apa yang jadi kerajinan mereka akan di pamerkan," ucapnya. 

Mengenai kesiapan infrastruktur, Wakil Bupati mengklaim, pemerintah sudah menyiarkannya. "Kami punya hotel masuk kategori mewah yakni Hotel Tolikara, ada juga hotel lain. Masalah penerbangan juga sudah tidak ada masalah, ongkos dari Sentani ke Karubaga hanya Rp350 ribu," jelasnya. 

Masalah keamanan, tambahnya, juga tidak ada masalah. "Tolikara itu salah satu daerah paling aman," tegasnya.

Adapun target wisatawan yang diharapkan hadir pada festival itu, selain domestik juga dari mancanegara. "Ada dari beberapa negara, yang menyatakan akan datang," ujarnya. 

Yang pasti, Pemkab Tolikara ingin festival berlangsung dan meriah. "Karena ini baru pertama kali, ya tujuan kita untuk memboming dulu, tak peduli berapa wisatawan yang datang. Selanjutnya, baru akan dijadikan kalender tahunan," tambahnya. 

Kepala Dinas Pariwisata Tolikata, Adolf Iriwadan, menyatakan untuk olahraga para layang akan menghadirkan sekitar 15 atlet, yang berasal dari sejumlah daerah. "Mereka ada yang berasal dari Malang, Jakarta, Bali, Bandung, dan Lanud Jayapura," ujarnya. 

Dalam olahraga para layang itu, para atlet akan terbang sejauh 17 kilometer. "Mereka akan mulai start dari gunung di Distrik Wenan dan finish di lapangan Merah Putih, jaraknya sekitar 17 KM dan melintasi berbagai gunung," terangnya. 

Menurut di, tujuan dari festival budaya Tolikara yang menelan biaya sekitar Rp1,5 Milliar untuk mengembangkan pariwisata di wilayah Pegunungan Papua itu. "Banyak kekayaan alam yang menjadi obyek wisata di Tolikara, bahkan ini sudah pernah di promosikan di Eropa," tukasnya. 

Sementara itu, Konsultan Pelaksanaan Festival Budaya Tolikara, Mian Simanjuntak, menandaskan bahwa kolaborasi antara budaya dengan olahraga saat ini, sangat populer bagi para wisatawan. Sehingga, festival budaya dan olahraga para Layang di Tolikara pasti memancing para turis untuk datang.

"Kombinasi budaya dan olahraga kini sedang digandrungi wisatawan, tentu festival ini nanti akan mengundang turis baik domestik maupun mancanegara untuk datang," imbuhnya. 

Festival yang baru pertama dilaksanakan ini diharapkan akan terus berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, dan menjadi kalender tahunan pemerintah Tolikara. "Kami berharap, ini akan berlangsung secara kontinyu setiap tahun, agar pariwisata Tolikara maju," ucapnya. 

Menurut dia, ada sejumlah objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi di Tolikara, seperti salah satunya gereja peninggalan misionaris. "Tentu dengan menggabungkan wisata rohani dan olahraga, wisatawan akan merasa sangat lengkap," jelasnya.